【2025】Ayo ke Pasar Malam di Tokyo! Panduan Lengkap "Tori no Ichi", Festival Musim Dingin Jepang untuk Memohon Kelancaran Usaha

Gambar disediakan oleh: Bagian Pariwisata Kantor Distrik Taito

Setiap tahun di bulan November, sebuah festival bernama "Tori no Ichi" (酉の市) diadakan di Jepang, terutama di wilayah Kanto. Festival ini ramai dikunjungi oleh orang-orang yang memohon kelancaran usaha dan keberuntungan. Yang paling terkenal adalah festival yang diadakan di Kuil Otori di Asakusa dan Kuil Hanazono di Shinjuku, dan festival-festival ini juga telah menjadi acara yang menarik di kalangan wisatawan asing. Artikel ini akan mengupas tuntas sejarah Tori no Ichi, tempat-tempat pelaksanaannya yang paling terkenal, dan hal-hal menarik lainnya. Silakan datang dan rasakan sendiri budaya tradisional Jepang yang sangat meriah!

Apa Itu Tori no Ichi? Sejarah, Jadwal, dan Lokasi Utamanya

Gambar disediakan oleh: Bagian Pariwisata Kantor Distrik Taito

Tori no Ichi adalah festival tradisional yang diadakan setiap tahun di bulan November, mulai dari akhir musim gugur hingga awal musim dingin di Jepang. Acara tahunan ini telah berlangsung sejak Periode Edo dan diadakan untuk memohon kelancaran usaha serta keberuntungan di tahun yang baru mendatang. Jadi, sebenarnya seperti apakah festival tersebut?

Kapan: Diadakan setiap "Hari Ayam Jantan" (Tori no Hi) di bulan November

Tori no Ichi diadakan setiap "Hari Ayam Jantan" di bulan November.

"Hari Ayam Jantan" adalah salah satu dari 12 zodiak Cina (junishi) dalam kalender tradisional Jepang, yang berulang setiap 12 hari. Kedua belas zodiak ini diwakili oleh hewan, dimulai dari ne (tikus), ushi (sapi), tora (harimau), dan seterusnya. Oleh karena itu, festival ini diadakan dua atau tiga kali di bulan November, yaitu pada "Ichi no Tori" (Hari Ayam Jantan pertama), "Ni no Tori" (Hari Ayam Jantan kedua), dan terkadang "San no Tori" (Hari Ayam Jantan ketiga).

Di Mana: Di Kuil Otori atau Kuil Tori di Seluruh Jepang

Tori no Ichi diadakan di kuil Otori (大鳥神社) atau kuil Tori (酉の寺) di berbagai tempat, tetapi yang paling terkenal adalah yang berpusat di wilayah Kanto, terutama di Tokyo. Berikut adalah beberapa kuil dan tempat yang paling sering menjadi lokasi:

  • Kuil Otori dan Chokokuji (Asakusa, Tokyo)
  • Kuil Hanazono (Shinjuku, Tokyo)
  • Kuil Okunitama (Fuchu, Tokyo)
  • Kuil Hanahata Otori (Adachi, Tokyo)
  • Kuil Kotohira Otori (Yokohama, Kanagawa)

Latar Belakang Sejarah: Acara Rakyat yang Berlangsung Sejak Periode Edo

Tori no Ichi bermula dari Periode Edo. Ada banyak teori tentang asal-usulnya, tetapi konon festival ini dimulai dengan ritual di Kuil Hanahata Otori di Distrik Adachi, Tokyo, dan kemudian menyebar ke Edo. Setelah itu, Tori no Ichi di Asakusa menjadi terkenal karena banyak peziarah yang berkunjung.

Awalnya, festival ini adalah perayaan untuk mensyukuri hasil panen. Namun, seiring waktu, festival ini berubah menjadi festival untuk memohon kelancaran usaha dan keberuntungan. Salah satu ciri khasnya adalah stan-stan yang menjual "Kumade" (alat sejenis garu) yang dihiasi dengan berbagai ornamen.

Lokasi Pelaksanaan Tori no Ichi yang Terkenal

Kuil Hanazono di Shinjuku [Shinjuku, Tokyo]

Kuil Hanazono yang berlokasi di pusat Shinjuku adalah kuil bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan Shinjuku. Asal-usulnya yang pasti tidak diketahui, tetapi dipercayai bahwa ini sudah ada sebelum Shogun Tokugawa Ieyasu mendirikan Keshogunan Edo pada tahun 1603.

Dikatakan bahwa pada Periode Meiji, Tori no Ichi mulai diadakan pada Hari Ayam Jantan di bulan November untuk memperingati kematian Dewa Yamato Takeru no Mikoto.

Area kuil dipenuhi oleh jejeran stan-stan yang menjual kumade yang dipercaya dapat membawa kelancaran usaha, dan bersamaan dengan itu diadakan juga pertunjukan Misemono Goya yang merupakan salah satu ciri khas Kuil Hanazono.

Jadwal Acara 2025 (Terjadwal)

  • Zenyasai Ichi no Tori: 11 November (Selasa)
  • Festival Utama Ichi no Tori: 12 November (Rabu)
  • Zenyasai Ni no Tori: 23 November (Minggu)
  • Festival Utama Ni no Tori: 24 November (Senin, hari libur nasional)
  • Alamat: 5-17-3 Shinjuku, Shinjuku-ku, Tokyo
  • Akses: 3 menit berjalan kaki dari Stasiun Shinjuku Sanchome, 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Shinjuku
  • Situs resmi: http://hanazono-jinja.or.jp/

Kuil Otori di Asakusa [Distrik Taito, Tokyo]

Gambar disediakan oleh: Bagian Pariwisata Kantor Distrik Taito

Tanggal berdirinya kuil ini tidak diketahui, tetapi festival ini adalah salah satu festival Tori no Ichi yang tertua, yang telah berlangsung sejak Periode Edo. Pukul 00.00 pada Hari Ayam Jantan di bulan November, "tabuhan drum pertama" dibunyikan sebagai tanda dimulainya festival yang berlangsung sepanjang hari.
Pada Periode Edo, kuil ini dikelola oleh kuil Chokoku yang terletak di dekatnya, dan oleh sebab itu kini Chokoku-ji juga mengadakan festival ini. Festival ini adalah salah satu festival yang terbesar di Jepang. Sekitar 150 stan kumade dan 750 stan lainnya berjejer di area tersebut, dan ini menarik lebih dari 700.000 hingga 800.000 peziarah berkunjung setiap tahun.

Jadwal Acara 2025 (Terjadwal)

  • Ichi no Tori: 12 November (Rabu), 00.00–24.00
  • Ni no Tori: 24 November (Senin, hari libur nasional pengganti), 00.00–24.00
  • Alamat: 3-18-7 Senzoku, Taito-ku, Tokyo
  • Akses: 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Iriya, 8 menit berjalan kaki dari Stasiun Minowa, 8 menit berjalan kaki
  • dari Stasiun TX Asakusa
  • Situs resmi: https://otorisama.or.jp/

Kuil Kotohira Otori [Yokohama, Prefektur Kanagawa]

Kuil Kotohira Otori di Kota Yokohama, Prefektur Kanagawa, juga terkenal sebagai salah satu Tori no Ichi terkemuka di wilayah Kanto.

Konon, kuil ini didirikan ketika Pelabuhan Yokohama dibuka di tahun Ansei 6 (1859) saat Periode Edo sebagai tempat memohon kelancaran usaha kepada dewa pelindung. Tori no Ichi di sini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kota Yokohama, dan barisan lampion yang digantung di dalam area kuil juga menjadi daya tarik utama. Stan-stan yang menjual kumade dan jajanan berjejer di sekitar kuil dan sepanjang Taman Odori. Jalan perbelanjaan Yokohamabashi yang berada di dekatnya juga ramai dikunjungi.

Jadwal Acara 2025 (Terjadwal)

  • Ichi no Tori: 12 November (Rabu), 11.00–21.30
  • Ni no Tori: 24 November (Senin, hari libur nasional), 11.00–21.30
  • Alamat: 1-3 Maganecho, Minami-ku, Yokohama-shi, Kanagawa
  • Akses: 2 menit berjalan kaki dari Stasiun Bandobashi, 8 menit berjalan kaki dari Stasiun Koganecho
  • Situs resmi: https://yokohama-torinoichi.jimdofree.com/

Hal Menarik di Tori no Ichi: Kumade, Tejime, Stan Makanan, dan Lainnya

Daya tarik terbesar Tori no Ichi adalah suasananya yang ramai dan pengalaman budaya yang unik.

Pesona dan Cara Membeli Kumade: Makna, Desain, Cara Menawar, dan Tejime

Gambar disediakan oleh: Bagian Pariwisata Kantor Distrik Taito

Gambar disediakan oleh: Bagian Pariwisata Kantor Distrik Taito

Kumade adalah barang keberuntungan khas Tori no Ichi. Awalnya, ini adalah alat pertanian untuk mengumpulkan dedaunan yang gugur, tetapi kemudian disimbolkan sebagai alat untuk "mengumpulkan keberuntungan dan kekayaan". Di Tori no Ichi, kumade dihiasi dengan segala macam ornamen keberuntungan seperti Otafuku (wanita berwajah bulat), koin emas besar (oban) dan koin emas kecil (koban), kapal harta, dan shio, dengan berbagai desain.

Konon, semakin murah Anda membeli barang keberuntungan di Tori no Ichi, semakin besar keberuntungan yang Anda terima. Oleh karena itu, tawar-menawar antara pembeli dan penjual adalah salah satu tradisi yang sudah ada dari dulu.

Setelah kesepakatan tercapai, pembeli dan penjual akan bersama-sama melakukan tepuk tangan yang disebut "Tejime".

Cara melakukan tejime berbeda di setiap daerah. Di wilayah Kanto, biasanya setelah teriakan "iyo-o!", mereka akan melakukan "sanbon-jime" (tiga tepukan) atau "ippon-jime" (satu tepukan). Sanbon-jime adalah tepukan dengan ritme "tata-tan, tata-tan, tatatan-tan," sedangkan ippon-jime adalah satu tepukan "tan". Suara teriakan dan tepuk tangan yang terdengar di mana-mana juga menciptakan suasana yang unik di Tori no Ichi.

Konon, bila Anda membawa pulang Kumade yang Anda beli sambil diangkat tinggi-tinggi seolah-olah sedang mengumpulkan keberuntungan, kemudian menggantungkannya di tempat tinggi seperti pintu masuk atau langit-langit rumah, maka kumade tersebut dipercayai dapat penangkal nasib buruk.

Makanan Keberuntungan yang Bisa Dibeli di Tori no Ichi

Kiri-zansho

Kiri-zansho adalah kue mochi yang lembut dan manis, dengan aroma lada sansho yang khas dan sedikit pedas. Makanan ini secara tradisional dimakan untuk mengusir nasib buruk dan membawa keberuntungan.

To no Imo

Yatsugashira, sejenis talas, juga dijual di Tori no Ichi sebagai makanan keberuntungan dan dikenal dengan nama lain "To no Imo (umbi kepala)" karena bentuknya yang menyerupai kepala besar dengan banyak cabang yang tumbuh darinya. Talas ini dipercaya melambangkan keberuntungan untuk kesuburan dan keluarga yang makmur.

Tips untuk Menikmati Tori no Ichi!

Gambar disediakan oleh: Bagian Pariwisata Kantor Distrik Taito

Apa Bedanya Ichi no Tori, Ni no Tori, dan Zenyasai (Malam Pesta) dengan Honsai (Festival Utama)?
Ichi no Tori dan Ni no Tori (dan terkadang San no Tori) hanya menunjukkan urutan kedatangan Hari Ayam Jantan di bulan itu, jadi tidak ada perbedaan. Anda bisa datang kapan saja.

Ada kepercayaan kuno yang mengatakan bahwa tahun dengan tiga Hari Ayam Jantan seringkali mengalami banyak kebakaran, sehingga ada kebiasaan untuk secara khusus menyerukan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran di tahun-tahun tersebut. Tori no Ichi di tahun 2024 adalah contoh tahun dengan tiga Hari Ayam Jantan.

Beberapa tempat juga mengadakan zenyasai (acara malam menjelang festival), tetapi ini adalah bagian dari festival utama, jadi tidak ada acara khusus yang diadakan saat zenyasai. Jadwal acara berbeda di setiap kuil, jadi pastikan untuk memeriksanya di situs resmi sebelum Anda pergi.

Tips Mengatasi Keramaian
Tori no Ichi sangatlah ramai. Puncak keramaiannya adalah pada sore hingga malam hari. Jika Anda ingin berkeliling dengan santai, disarankan untuk datang lebih awal, misalnya di pagi hari.

Namun, di malam hari, lampion akan dinyalakan, sehingga menciptakan suasana yang mirip pasar malam eksotis, yang juga menjadi daya tarik. Jika Anda datang di malam hari, siapkan mental untuk menghadapi keramaian. Hari kerja cenderung lebih sepi dibandingkan akhir pekan atau hari libur nasional.

Pakaian & Barang Bawaan
Malam di bulan November di Jepang bisa sangat dingin, jadi pastikan Anda berpakaian hangat. Karena Anda akan banyak berjalan, pilih sepatu yang nyaman. Selain itu, pembayaran tunai adalah hal yang umum di stan-stan, jadi siapkan uang tunai dan koin Jepang.

Etika Saat Memotret
Wajar jika Anda ingin mengabadikan suasana festival dalam foto. Namun, perhatikan etika agar tidak mengganggu orang-orang di sekitar Anda dan para penjual. Terutama saat memotret orang, penting untuk meminta izin terlebih dahulu sebagai bentuk sopan santun.

Apa Bedanya Tori no Ichi dan "Ebisuko"?

Sebagai informasi tambahan, Ebisuko juga dikenal sebagai festival untuk memohon kelancaran usaha di Jepang, sama seperti Tori no Ichi. Keduanya adalah acara yang memuja dewa perdagangan dan diadakan di musim gugur, tetapi keduanya memiliki asal-usul dan ciri khas berbeda.

Perbandingan: Berdasarkan Manfaat, Asal Usul, dan Periode Pelaksanaan

Tori no Ichi Ebisuko
Dewa yang Disembah Dewa dari Kuil Otori dan Kuil Tori Ebisu, salah satu dari Tujuh Dewa Keberuntungan
Berkat Utama Kelancaran usaha, keberuntungan, keselamatan keluarga, panen melimpah Kelancaran usaha, panen melimpah hasil tangkapan yang melimpah
Asal Usul Berasal dari festival panen pertanian dan ritual keberuntungan Sebuah festival untuk merayakan hari ketika Ebisu, salah satu dari Tujuh Dewa Kekayaan, kembali setelah menyelesaikan pertemuan dengan para dewa di seluruh negeri.
Periode Pelaksanaan Setiap "Hari Ayam Jantan" di bulan November Oktober, November, Januari (berbeda berdasarkan setiap daerah)
Barang Keberuntungan Kumade (garu) yang "mengumpulkan" keberuntungan

Barang keberuntungan seperti ikan tai (kakap putih) dan daifukucho (buku catatan keuangan besar)

Tori no Ichi adalah festival untuk memohon kelancaran usaha dan keberuntungan melalui ornamen keberuntungan kumade yang dihias, sementara Ebisuko adalah festival untuk memohon kelancaran usaha dan kemakmuran dalam perikanan dengan cara memuja Dewa Ebisu, salah satu dari Tujuh Dewa Keberuntungan.
Keduanya adalah festival tradisional Jepang yang meriah, tetapi masing-masing memiliki sejarah dan makna yang berbeda.

Pengalaman Budaya Tradisional Jepang di Tori no Ichi
Tori no Ichi bukan sekadar festival biasa, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk mengalami budaya tradisional Jepang. Anda pasti bisa merasakan langsung permohonan kepada para dewa, komunitas lokal yang bersemangat, dan bagaimana tradisi masih diwariskan hingga saat ini.

Bibliografi:

・Tanaka Shonichi dan Noboru Miyata., Sanseido Annual Events Encyclopedia Revised Edition, edisi pertama, Sanseido, 2012, 458 halaman
・Naoki Shintani, "Tradisi Jepang: Kalender dan Acara Tahunan Jepang", edisi pertama, Bungeisha Jepang, 2007, 238 halaman
・Yasuko Miura, "Merasakan Musim dan Menikmati Hari-hari: Kronik Tahun-tahun Kehidupan," edisi pertama, Narimido Publishing, 2024, 191 halaman
Pencarian Perpustakaan Diet Nasional, Bank Gambar NDL, "Apa itu Tori no Ichi?", Tanggal rilis tidak diketahui, tanggal referensi: 2025/8/20

Sumber isi

Informasi ini bersumber dari Fun Japan Communications Co., Ltd.

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, ada kemungkinan ditutupnya fasilitas komersial, perubahan jam operasional, penghentian layanan minuman keras untuk sementara, dll.
Untuk detailnya, silahkan cek situs web resmi atau tanyakan secara langsung kepada fasilitas terkait.